Tampilkan postingan dengan label Random Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random Traveling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2020

""Dataran Tinggi Dieng""

Hello Teman-teman,

Aku kembali lagi dan lagi menulis perjalananku. Perjalanan kali ini aku bersama teman-temanku menuju Dataran Tinggi Dieng. Bermodalkan sisa-sisa energiku, kami menuju Dieng. Oiya karena enggak pingin ribet kali ini kami ikut open trip @haraduta (Cari aja website/instagramnya). Perjalanan open trip kali ini sebenarnya bukanlah perjalanan open trip yang pertama, aku beberapa kali juga pernah mengikuti open trip. 

Disini kami berangkat ber-5 Aku, kedua sahabat dekatku (Alfi & Santi), teman kuliahku (Ria), dan teman yang baru kenal (Puja, dia teman kuliahnya Alfi). Ya begitulah pokoknya selalu ada teman baru ketika melakukan perjalanan. Hhehehe

Singkat Cerita,
Kami berangkat menggunakan open trip @haraduta, kami berangkat Jumat pukul 21.30 WIB dari titik point yaitu Plaza Festival Kuningan Jakarta Selatan. Oiya sekali lagi kelebihan dari open trip ini kita hanya mengikuti tour leader jadi enggak perlu repot-repot menyusun intenerary lagi yaa.

~Sabtu
Pagi yang cerah tiba di Dieng. Alhmamdulillah disambut mentari pagi yang cerah & tentunya kita belum mandi donk heheheh tapi tenang kita bawa parfume yg banyak kok. Setelah sarapan pagi kita menuju beberapa destinasi:

*Batu Ratapan Angin*

Nama batu ratapan angin ini mungkin bisa kita rasakan ketika kita menjajaki tempat tersebut. Dari tempat parkir kemudian sedikit jalan kaki menanjak untuk sampai atas anda akan merasakan betapa indahnya pemandangan tersebut. Diiringi hembusan angin yang kadang menimbulkan bunyi sehingga cocok untuk anda meratapi masa depan yang cerah. Karena hal inilah mungkin tempat ini disebut batu ratapan angin, atau batu pandang.

Zaman dulu masyarakat sekitar percaya adanya cerita dibalik tempat ini. Konon katanya pernah hidup seorang pangeran tampan dan putri jelita yang hidup rukun dan damai. Hingga pada akhirnya mereka menerima cobaan hidup dimana hadirnya orang ketiga yang menggoda sang istri yang cantik. Sang istri yang tadinya setia mulai goyah kesetiaannya untuk berpaling dari pangeran.Hingga akhirnya suatu saat sang pangeran mengetahui perselingkuhan antara orang ketiga dengan sang istri di hutan sebelah telaga warna. Sang pangeran marah dan mereka berkelahi baik sang pangeran maupun orang ketiga tersebut. Karena pangeran memiliki kesaktian luar biasa ia mengubah sang istri menjadi batu yang tertunduk dan mengubah orang ketiga menjadi batu yang berdiri. Setelah kejadian tersebut pangeran sering mengunjungi tempat ini apakah mereka berdua masih mejadi batu. Angin yang bertiup kencang menembus bebatuan sehingga menimbulkan bunyi dipercaya merupakan ratapan kesedihan dan penyesalan dari sang istri. Inilah yang menjadi cerita sejarah batu pandang atau batu ratapan angin oleh masyarakat sekitar (
https://dieng.me/batu-pandang-ratapan-angin-wonosobo/)

Jadi batu ratapan angin ini tempatnya bagus, kita bisa melihat pemandangan yang ada dibawah bukit dan kita juga bisa melihat danau 2 warna dari atas bukit.













*Telaga Warna*
Telaga Warna Dieng adalah salah satu objek wisata yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Telaga ini merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Wonosobo.Nama Telaga Warna sendiri diberikan karena keunikan fenomena alam yang terjadi di tempat ini, yaitu warna air dari telaga tersebut yang sering berubah-ubah.Terkadang telaga ini berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi. Fenomena ini terjadi karena air telaga mengandung sulfur yang cukup tinggi, sehingga saat sinar Matahari mengenainya, maka warna air telaga tampak berwarna warni.
Telaga Warna berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, dan dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi yang menambah pesona keindahan alam sekitar telaga warna. Keindahan telaga warna akan lebih terasa jika pengunjung naik ke salah satu bukit yang mengelilingi telaga ini. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi telaga warna adalah saat pagi atau siang hari, karena pada sore hari, kabut tebal akan menutupi daerah sekitar telaga warna, sehingga pengunjung tidak dapat menikmati keindahan alamnya.
Harmonisasi alam dengan udara yang sejuk dan bersih membuat suasana Telaga Warna Dieng begitu memikat. Para wisatawan juga akan merasakan suasana mistis yang hening disempurnakan oleh kabut putih dan pepohonan yang rindang. 
Di sekitar Telaga Warna Dieng tedapat beberapa gua yang juga patut untuk dikunjungi, seperti Gua Semar Pertapaan Mandalasari Begawan Sampurna Jati. Di depan gua ini terdapat arca wanita dengan membawa kendi. Gua ini juga memiliki kolam kecil yang airnya dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan membuat kulit jadi lebih cantik.  Ada juga Gua Sumur Eyang Kumalasari, dan Gua Jaran Resi Kendaliseto. Selain itu, ada pula Batu Tulis Eyang Purbo Waseso. Gua-gua di sekitar telaga warna ini sering dijadikan sebagai tempat meditasi (Internet).









*Kawah Sikidang*
Kawah sikidang salahsatu destinasi wisata yang berada di Dieng. Kawah ini cukup ramai dikunjungi karena akses lokasinya yang mudah dan kawah sikidang ini juga merupakan salahsatu kawah yang masih aktif. Suhu dari kawan sikidang ini cukup panas sehingga bisa merebus telur hhehe. Kawasan sikidang ini juga menyediakan beberapa spot untuk foto.































*Kawasan Candi Arjuna*

Candi Arjuna merupakan salah satu bangunan candi di Kompleks Percandian Arjuna, Dieng. Candi Arjuna diperkirakan sebagai candi tertua, candi ini diperkirakan dibangun pada abad 8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno. Di kompleks ini juga terdapat Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Candi Arjuna terletak paling utara dari deretan percandian di kompleks tersebut. Sementara itu, Candi Semar adalah candi perwara atau pelengkap dari Candi Arjuna. Kedua bangunan candi ini saling berhadapan





























~Minggu

*Puncak Sikunir

Candi Arjuna merupakan salah satu bangunan candi di Kompleks Percandian Arjuna, Dieng. Candi Arjuna diperkirakan sebagai candi tertua, candi ini diperkirakan dibangun pada abad 8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno. Di kompleks ini juga terdapat Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Candi Arjuna terletak paling utara dari deretan percandian di kompleks tersebut. Sementara itu, Candi Semar adalah candi perwara atau pelengkap dari Candi Arjuna. Kedua bangunan candi ini saling berhadapan


















Selama di puncak sikunir ini kita nyobain beberapa makanan khas dieng, gorengan, kentang unyilnya dieng yang dimasak dengan berbagai rasa, ada juga kentang rebus, kentang goreng, kentang semur dll. Lanjuttt...Sekitar Jam 10 an pagi kita kembali ke penginapan untuk packing barang-barang dan makan lagi. Setelah sholat Zuhur kita checkout dari penginapan dan kembali ke Jakarta. Diperjalanan baru menikmati indahnya pemandangan dataran tinggi dieng. Berharap suatu hari nanti bisa kembali kesini lagi nyobain mie ongklo & sate nya Wheheheh.

Sebenarnya ada beberapa sejarah mengenai dieng namun nanti sepertinya akan aku tulis secara terpisah (Insyaallah). Udahh gitu aja deh. Sekiann dulu perjalanan bersama sahabat-sahabatku..


Finisshhh ye liburannya selesai.
Happy Weekend All My Friends.

Jumat, 28 Februari 2020

Kalisuci Cave Tubing & Pantai Pok Tunggal Gunung Kidul Yogyakarta

Hai berjumpa lagi dengan aku hhihi.
Kali ini aku akan bercerita mengenai perjalanan singkat ke kota yang tak pernah membosankan yaitu "Yogyakarta". Perjalanan kali ini sebenarnya cuma mengikuti saja jadi tidak menyiapkan intenerary, semuanya diatur oleh kakak & mbk-mbk yang ada di Yogyakarta & Surabaya. Karena tujuan bukan aku yang buat jadi kemanapun tujuannya kami mengikuti hehehe.
Kami (Aku, Alfan, Ghoza) tiba di Yogyakarta pukul 01.00 dinihari, setelah tiba dirumah mbk vivi (sebagai tuan rumah) , kami salaman, saling kenalan karena sebenarnya ini pertama kali kami ketemu sama kakak & mbk-mbk itu hehe Kemudian kami istirahat hingga keesokan harinya. 

~Sabtu~

Pukul 07.00 pagi kami sarapan, tentunya sarapan dirumah mbk vivi dong hehehe. Setelah sarapan kami bergegas untuk berangkat ke Semanu Yogyakarta (aku juga kurang tau tempatnya dimana hahha dan manut aja dah), tapi daerah Semanu itu tempat pakdenya mbk vivi. Setelah siap-siap barang, kami ambil motor dan ambil tenda karena rencananya kita bakal menginap di Pantai (Wahhhh nampaknya seru ya hhihi). Pukul 09.00 kami benar-benar baru berangkat meninggalkan kota Yogyakarta. Cuacanya cerah, panasnya mantab. Oiya kita berangkat menggunakan 6 motor dengan motor rental dan motor mbk vivi. Setelah 1,5 jam perjalanan kita tiba di Watu Amben. Kita istirahat sebentar dan foto-foto sedikit hehehe
*Watu Amben






Setelah itu kita melanjutkan perjalanan kembali yaitu ke Semanu. Kita berjalan beriringan dan ternyata ke Semanu lumayan jauh ya Hhaha. Tiba di rumah pakde mbk vivi setelah sholat dzuhur sekitar jam 12 an. Setelah meletakan barang-barang dan sholat dzuhur kita makan siang di Telaga Jonge.

*Telaga Jonge
Telaga Jonge merupakan objek wisata telaga yang terdapat di Pedukuhan Jonge, Desa Pancarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Terletak kurang lebih 7Km arah timur kota Wonosari dan atau 5Km arah barat Kecamatan Semanu. Telaga Jonge yang luasnya hampir 3 hektar dengan dikelilingi hutan buatan sebagai perindang sehingga asri (Wikipedia). Telaga Jonge ini enggak jauh dari rumah pakdenya mbk vivi. 

Di Telaga Jonge ini banyak sekali jajanan dan makanan khas Yogyakarta. Tinggal pilih untuk harga sangat terjangkau kok dan yang pasti rasanya enak.










Setelah makan siang kita lanjut ke destinasi berikutnya:

*Kalisuci

Kalisuci tidak jauh dari Telaga Jonge. Kalisuci adalah sungai yang terletak di Desa Pacarejo Kecamatan Semanu, dengan jarak 12 km dari Wonosari. Kalisuci terletak di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Internet).

Di Kalisuci ini kami bisa melakukan kegiatan susur sungai dan susur goa. Kami ditemani tourguide menyusuri sungai kalisuci yang berada dibawah goa menggunakan alat bantu ban dan pastinya body rafting. Hujan tidak menyurutkan kami membatalkan untuk penyusuran sungai kalisuci padahal diantara kami ber-11 tidak ada yang bisa berenang hhaha. Sebelum menyusuri sungai dan goa tourguide memberikan arahan mengenai kegiatan susur sungai dan goa. Sebelum berangkat menyusuri sungai, kami harus menggunakan perlengkapan keselamatan antara lain jaket pelampung, helm kepala, pengaman lutut kaki dan siku tangan.

Ditemani hujan gerimis kami menyusuri sungai, meskipun musim hujan air sungai tampak jernih. Kami menyusuri sungai lebih kurang selama 1,5 jam. Selama menyusuri sungai rasanya nano-nano karena hari hujan, bagaimana jika tiba-tiba banjir hahaha atau tiba-tiba ada buaya atau ular lah haha. Selama menyusuri goa juga suasana gelap, dingin yang pasti. Tetapi disisi lain keindahan ornamen goa juga begitu menakjubkan, stalagtit dan stalagmit yang menghiasi dinding goa, suara gemericik air dan suara kelelawar menemani perjalanan kami, aliran sungai yang berkelok-kelok menambah keseruan susur sungai dan goa kali ini. Setelah menyusuri goa kita tiba diujung goa dan pertanda perjalanan susur sungai akan segera berakhir. Setelah maandi-mandi, foto-foto kami pulang. Oiya, untuk naik tangga ke atas harus bener-bener menyiapkan amunisi hahha. Tangga menuju keatas banyak dan tentunya tinggi dong.  Setelah susur sungai, kami kembali ke titik awal penyusuran sungai dan dengan kondisi basah-basah, kami sudah disediakan paket Indomie dari harga tiket masuk. Jadi sebelum pulang kami makan Indomie dan minum teh anget. Wuahhh benar-benar nikmat hhehehe.


Oiya Untuk Fasilitas di Goa Kalisuci ini cukup lengkap kok. Terdapat mushollah, kamr mandi & toilet, tempat makan dan tempat gazebo untuk karaoke jadi selagi menunggu antrian susur sungai bisa karaoke terlebih dahulu.
Untuk harga tiket sendiri berkisar antara 70-100 ribu/orang klo enggak salah (Soalnya yang handle semuanya mbk vivi hhii).

Ini beberapa foto yang sempat kami abadikan.




(Mas Mifta & Mbk Nina)


(Alfan)


(Ghoza)

(Bang Dayat)

(Bang Yuli)

(Mbk Nindy)

(Mbk Nanda)

(Mbk Vivi)

(Aku)

(Mbk Endah)




















Setelah selesai susur sungai kami pulang ke rumah dan bersih-bersih kemudian shalat maghrib. Setelah shalat maghrib kita packing untuk melanjutkan perjalanan berikutnya yaitu camping di pantai. Perjalanan malam terasa seru jika dilakukan bersama-sama dan berama-ramai hehehe. Dengan bantuan google maps dan arahan mbk vivi kita berencana menginap dipantai yang jauh dari kebisingan. Setelah melewati jalanan yang berkelok-kelok, jalan turunan dan tanjakan serta jalanan yang gelap melewati hutan dan perkebunan. Lebih kurang 2 jam, Akhirnya tibalah kami di Pantai Pok Tunggal. 

*Pantai Pok Tunggal

Setelah mencari parkiran, kami mencari lokasi yang kira-kira cocok untuk mendirikan tenda. Jreng.jreng kami mendirikan tenda, dengan PEDE nya memasang masing-masing besi tenda pada kain tenda, dan ternyata salah. Berulang kali kami memasang tenda tidak berhasil dengan guyonan dan tentunya tertawa yang tidak ada habisnya haha. Ini pengalaman dan kenangan yang sangat luar biasa jika diingat hahhaha. Dianatara kami ber-11 yang bisa memasang tenda hanya mas miftah dan mbk nina hahaha.  Setelah melewati drama untuk mendirikan tenda akhirnya tenda berdiri juga. Kami meletakkan barang-barang kami didalam tenda. 

Kami membawa 3 tenda yang besar. Harapan kami malam itu tidak hujan sehingga kami bisa menginap dipinggir pantai, mendengarkan suara deburan ombak atau melihat banyak bintang yang berkelip tetapi tampaknya alam sedang tidak bersahabat dengan kami. Hujan mulai turun, aku, mbk nindy dan mbk endah panik dong, air hujan mulai rembes masuk tenda. Karena rembes akhinya kami lari-lari mengambil barang-barang didalam tenda kemudian kami letakkan di gazebo karena hujan semakin deras. (Aslii ketawa bgt klo inget moment ini) Tidak lama kemudian kami prihatin melihat tenda yang telah kami dirikan dengan banyaknya drama mulai diterpa angin kencang hingga tendanya tidak bisa berdiri dengan kokoh lagi hahaha (ASLI ini moment yang paling mengesankan selama perjalanan 2 hari di jogja, (Moment drama mendirikan tenda hingga diterbangkan angin Hhaha).


Berikut beberapa moment yang sempat kami abadikan:

(Tenda satunya masih bisa berdiri tetapi dalam tenda basah semua)

(Penampakan tenda yang diterbangkan angin hahaha)

Akhirnya kami tidur di gazebo pantai yang seadanya, itupun beberapa kali pindah karena bocor dan tampias air hujan.

~Minggu~
Cuaca pagi harinya cukup bagus, matahari bersinar. Ternyata suasana pantai di pagi hari cukup bersahabat. Pantai Pok Tunggal  memilik garis pantai yang cukup panjang, dan memiliki tebing karang di pinggir pantai serta pasir putih. Jika pantai surut akan terlihat hamparan hijau alga. 

Hamparan hijau algae di Pantai Pok Tunggal


Ulang Tahun Mbk Vivi
















Setelah beres-beres tenda dan barang serta foto-foto akhinya kami kembali ke Kota Yogyakarta karena tiket kereta yang di pesan ke Solo pukul 10.45, sangat tidak memungkinkan jika mampir ke suatu tempat lagi.

Pukul 12.15 WIB Tibalah di Solo. Keberangkatan  kereta ke Jakarta pukul 15.30 WIB jadi masih ada waktu untuk makan siang & membeli oleh-oleh.

Stasiun Balapan

Antrian makan siang di The Vin's

The Vin's

Setelah makan siang dan beli oleh-oleh akhirnya kita menuju stasiun Solojebres untuk kembali ke Jakarta. Liburan telah selesai.


Ucapan Terimakasih kuhaturkan untuk:
*Bang Yuli yang udah mau bareng-bareng ngerencanain liburan (Walaupun baru kenal tetapi sangat ramah)
*Mbk Vivi selaku tuan Rumah Yogyakarta yang udah repot-repot menyediakan tempat buat menginap
*Mbk Endah, Mbk Nina, Mbk Nindy, Mbk Nanda, Mas Mifta, Bang Dayat. Bang Yuli, Mbk Vivi walaupun baru pertama ketemu, senang bertemu kalian semua dosen Unesa yang keren-keren.
*Ghoza juga terimakasih
*Alfan makasih banyak ya wkwkw Udh jadi partner selama liburan, maafin enggk pernah gantian bawa motor.


SEE YOU & THANK YOU SO MUCH.












"Mlaku-mlaku Nang Kota Pacitan & Yogyakarta"

Hallo. Ini pertama kalinya aku memposting tulisan perjalananku. Kali ini aku ingin bercerita mengenai perjalananku ke kota yang sangat spe...